DAXTRO Hadiri FGD BRIN Bahas Penggunaan Teknologi Slurry Ice untuk Mendukung Pengolahan Hasil Perikanan
Jakarta, 22 Juli 2026 – DAXTRO Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas pemanfaatan teknologi slurry ice dalam mendukung sektor perikanan Indonesia.
Kegiatan FGD yang berlangsung di BRIN, Jakarta, ini mengangkat topik “Keberhasilan dan Kendala Penggunaan Slurry Ice dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Merah Putih.”Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi yang mempertemukan berbagai pihak untuk membahas penerapan teknologi slurry ice serta tantangan dan peluang penggunaannya dalam menjaga kualitas hasil perikanan. Berdasarkan undangan resmi BRIN, kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, dan diikuti oleh peserta dari BRIN, Universitas Indonesia, DAXTRO Indonesia, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Membuka Diskusi tentang Teknologi Slurry Ice
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar acara oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si., selaku Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran DKP BRIN.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Syifa Wismayati, S.Pi., selaku Ketua Tim Fungsi Kebijakan Bidang Kemaritiman. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebelum memasuki agenda utama, yaitu pemaparan materi dan diskusi mengenai teknologi slurry ice.
FGD ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi kebijakan yang membahas implementasi integrasi paket peralatan mekanis untuk memperkuat Unit Pengolahan Ikan (UPI), termasuk dalam mendukung program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Membahas Keberhasilan dan Tantangan Penggunaan Slurry Ice
Pada sesi pemaparan, Dr. Agus Sunjarianto Pamitran dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, menjadi salah satu narasumber yang membahas rekomendasi kebijakan, keberhasilan, serta tantangan penggunaan slurry ice dalam konteks Kampung Nelayan Merah Putih. Sesi ini menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana teknologi pendinginan dapat berperan dalam mendukung penanganan hasil perikanan.
Selanjutnya, Yogy Yayang Saputra sebagai perwakilan DAXTRO Indonesia turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam sesi pemaparannya, materi yang dibahas berfokus pada keberhasilan dan tantangan teknologi slurry ice di Indonesia dan negara subtropis, serta permintaan konsumen dalam pengolahan hasil perikanan air tawar maupun ikan laut.

Dr. Agus Sunjarianto Pamitran – Departemen Teknik Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Selaku Narasumber 1 dan Yogy Yayang Saputra, perwakilan dari Daxtro Indonesia Selaku Narasumber 2
Pembahasan tersebut relevan mengingat kualitas hasil perikanan sangat dipengaruhi oleh bagaimana produk ditangani sejak awal hingga sampai ke tahap pengolahan dan distribusi. Teknologi pendinginan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga mutu hasil perikanan, terutama dalam mendukung cold chain yang lebih optimal.
Dalam dokumen kegiatan BRIN juga disebutkan bahwa keterbatasan akses terhadap es dalam rantai pasok awal dapat menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesegaran hasil tangkapan dan mempertahankan nilai ekonominya. Karena itu, pemanfaatan teknologi pendinginan yang tepat menjadi salah satu aspek yang perlu terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Diskusi dan Pertukaran Wawasan
Setelah seluruh narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertukar pandangan mengenai penerapan teknologi slurry ice, termasuk peluang, tantangan, serta kebutuhan penggunaannya dalam mendukung sektor perikanan.
Melalui diskusi tersebut, berbagai perspektif dari akademisi, lembaga pemerintah, dan pihak industri dapat menjadi masukan dalam melihat penerapan teknologi pendinginan secara lebih luas. Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nyata di sektor perikanan.
Bagi DAXTRO, keterlibatan dalam forum seperti ini menjadi bagian dari upaya untuk terus memahami perkembangan kebutuhan industri sekaligus berbagi wawasan mengenai teknologi pendinginan dan penerapannya.
DAXTRO dan Komitmen terhadap Pengembangan Teknologi Pendinginan
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyediaan solusi mesin es dan sistem pendinginan, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Partisipasi dalam FGD bersama BRIN menjadi kesempatan untuk turut terlibat dalam diskusi mengenai teknologi slurry ice serta tantangan penerapannya di Indonesia. Forum ini juga membuka ruang untuk mempertemukan perspektif antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung pengelolaan hasil perikanan secara lebih optimal.
Melalui pengalaman dan keahlian di bidang teknologi mesin es, Daxtro berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi yang dapat mendukung kebutuhan berbagai sektor industri, termasuk sektor perikanan yang membutuhkan sistem pendinginan dan Cold Chain yang andal.
Kegiatan FGD kemudian ditutup dengan sesi kesimpulan dan penutupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan diskusi mengenai teknologi slurry ice dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi teknologi dalam mendukung pengolahan serta penanganan hasil perikanan di Indonesia.
DAXTRO siap menjadi mitra bagi industri yang membutuhkan solusi mesin es dan teknologi pendinginan untuk mendukung operasional bisnis secara berkelanjutan.